oleh

SPBU Grujugan Kidul Bondowoso Tidak Mementingkan Kepentingan Masyarakat

BONDOWOSO – SPBU, Grujugan Kidul, Jalan Tamanan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, terkesan tidak mementingkan kepentingan masyarakat. Pasalnya, aksi borong BBM premium oleh pengecer dilakukan terang-terangan di siang bolong kerap mengganggu konsumen lain.

Kepala Desa (Kades) Grujugan Kidul, M. Namawi Siddiq, menyebutkan, bahwa SPBU yang bertempat di desanya mengesampingkan komitmen awal. Sebelum didirikannya, petugas SPBU dengan tiga pilar di Desa Grujugan Kidul sudah sepakat, jikalau tengkulak untuk membeli BBM pada pukul 21.00 WIB, ke atas.

“Petugas SPBU terkesan tidak mementingkan kepentingan masyarakat,” tegas Namawi, seperti dikutip petisi.co, grup Siberindo.co, Senin (7/9/2020).

Namawi juga mengatakan, dulu ada pihak kepolisian sidak ke SPBU itu. Di hari itu juga antrean kendaraan tengkulak BBM sepi.

“Akhir-akhir ini, antrean tengkulak BBM kok makin merajalela, hingga di jalan raya. Kami meminta kepada pihak Polres Bondowoso, guna untuk turun kembali ke SPBU Grujugan Kidul. Kanan kiri di bibir jalan antrean kendaraan tengkulak hilir mudik, sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya. Sedangkan jalan yang ada rusak parah,” tambahnya.

Baca Juga  Kapolres Tanjung Perak Pimpin Pembagian 2 Ribu Masker Pada 9 Lokasi Secara Serentak

Kendati tak ada larangan, namun yang dilakukan penjual BBM eceran ini kadang merepotkan. Terlebih bagi mereka yang kulakan BBM jenis Premium. Sebab, banyaknya tengkulak yang membeli bahan bakar berwarna kuning ini membuat konsumen lain kalah. Karenanya, mereka terpaksa membeli BBM jenis lain yang harganya lebih mahal, seperti Pertalite maupun Pertamax. (tif/petisi.co)

Komentar

News Feed