oleh

Ubah Wartawan “Abal-Abal” Jadi Pejuang

Oleh: Djoko Tetuko Abd Latief, MSi, Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Jatim

Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) benar-benar memahami, bahwa stigma “wartawan abal-abal” sangat melekat pada 1200 lebih anggota perusahaan media siber pers seluruh Indonesia.

Memahami mengenai stigma terhadap anggota dari Sabang sampai Merauke, dengan kekuatan 34 pemgurus SMSI provinsi dan didukung ratusan pengurus SMSI kabupaten/kota di seluruh pelosok tanah air, bukan berarti membuat organisasi perusahaan media siber pers ini lepas tangan atau menyerah dengan keadaan.

Ketua SMSI Pusat Firdaus pada kesempatan menutup Bimtek (bimbingan teknis) persiapan Launching siberindo.co, menyatakan bahwa sebagai anggota Dewan Pers, sudah mendengar dari sebagian anggota konstituen bahwa anggota SMSI itu sudah distempel tempat “wartawan abal-abal” dan perusahaan media siber pers kurang jelas pula.

Walaupun stigma itu melekat bukan berarti semua anggota SMSI “wartawan abal-abal”, tetapi jika pernah ditemukan ada atau sebelumnya memang “wartawan abal-abal”, maka sejak detik ini dan seterusnya, tertantang akan mengubah stigma itu menjadi stempel positif.

Baca Juga  Operasi Lilin Semeru 2021, Kapolda Jatim : Alun-Alun Ditutup Saat Tahun Baru

Stigma adalah berbagai pandangan orang yang menilai negatif, atau hal-hal yang dilakukan cenderung negatif, termasuk sampai pemikiran dianggap negatif. Stigma bisa  dari teman, tetangga, orang lewat atau bahkan dari keluarga serta orang tua kita sendiri.

Firdaus menyatakan sebagai jawaban atas stempel itu dengan berpikir positif (positif thinking), bahwa bersama SMSi, kemudian dibentuk dan diarahkan menjadi kekuatan besar bersama siberindo.co InsyaAllah akan mengubah stigma itu, stempel “wartawan abal-abal” menjadi stempel “wartawan pejuang”.

Firdaus sangat beralasan, sebagai upaya menegakkan peraturan perundangan terutama sebagai media siber (media siber pers), bergerak dan berkecimpung dalam pemberitaan, maka wajib mematuhi Undang Undang Pers dan ketentuan perundangan yang menyertai.

Dan sesuai ketentuan, melakukan pendataan anggota perusahaan media siber pers, dengan ketentuan berbadan hukum dan wajib mentaati Kode Etik Jurnalitik, Kode Perikaku Wartawan, Pedoman Pemberitaan Media Siber, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

Tidak hanya itu, dari 1200 lebih anggota sudah memenuhi persyaratan berbadan hukum, dan sudah 250 lebih terverifikasi faktual di Dewan Pers. Berarti sudah berbadan hukum dan pemimpin redaksi sudah mengantongi sertifikat UKW (Uji Kompetensi Wartawan) tingkat utama.

Baca Juga  Khofifah Apresiasi Sirkuit Magetan, Bundanya Pembalap Jawa Timur

Gebrakan sabagai gerakan turut serta menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan pimpinan perusahaan, pengurus SMSI dan wartawan menjadi produk baik, supaya menarik minat baca masyarakat dengan membaca berita yang benar, aktual, dan bertanggung jawab, maka selama dua hari 5-6 Agustus 2020, di Pakons Prime Hotel Tangerang, tidak kurang 60 peserta mewakili 13 provinsi sebagai ketua dan pengurus SMSi mendapat bimbingan untuk itu.

Mereka menerima bimbingan sekaligus diskusi mengenai penulisan pemberitaan dengan memahami “kata kunci”, sekaligus trend pembaca atau penikmat informasi di dunia siber. Juga beberapa strategi jitu dengan tetap mengedepankan kode etik dan pedoman sesuai nafas UU Pera dan peraturan perundangan lain yang terkait.

Langkah sangat strategis dan begitu piawai dengan melakukan pendataan, verifikasi, dan memberi bekal keilmuan bagaimana mengejar ketinggalan menjadi terbaik, terus kreatif bersaing di dunia maya, panggung Informasi jagat baru, dengan berbagai ketentuan mengikat, dengan kunci semua berbasis digital, maka insyaAllah akan menjadi kenyataan menjadikan pejuang, bagi keluarga besar perubahan siber yang tergabung di SMSI dan khususnya wartawan. Karena sudah dibekali bagaimana menjadi pejuang di media pers.

Baca Juga  Selter Sekda di Magetan Resmi Dibuka, Pilih 3 Calon Terbaik

Jika cita-cita luhur itu tercapai, maka menjadi satu catatan sebagai lompatan sangat luar biasa, (barangkali) juga di dunia, bahwa 1200 lebih perusahaan media siber pers, bersatu dalam Siberindo.co memberi pencerahan, memberi literasi di seluruh pelosok negeri, dengan produk karya jurnalistik atau berita sangat baik, dan menjadi kesenangan masyarakat, membaca dan mengetahui kebaruan informasi.

Tanda-tanda membalikkan opini negatif menjadi cap positif, dari stigma abal-abal menjadi pejuang, dari perusahaan tidak jelas menjadi berbadan hukum dan terlatih juga terbimbing secara profesional, insyaAllah perubahan besar akan terjadi. Dan itulah Bhakti suci SMSI kepada negeri ini. (@)

Komentar

News Feed