oleh

UMKM Sawunggaling : Melaju dengan Inovasi dan Kewirausahaan

Surabaya | jatim.siberindo.co – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah pilar utama ekonomi nasional, dan menyumbang sekitar 99% dari total unit usaha di Indonesia. UMKM didirikan oleh individu-individu yang memiliki inisiatif dan keberanian untuk memulai usaha sendiri.

Jumlah UMKM di Indonesia terus meningkat, termasuk di Kelurahan Sawunggaling, Surabaya, Jawa Timur, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan bisnis. Pun, dibutuhkan individu yang kreatif dan inovatif dalam menjalankanya.

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang dimiliki oleh mitra, serta memberikan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan keterampilan UMKM.

Baca Juga  Melalui Lewat Program Jasa Konsultasi, LPEI Dorong UMKM Mendunia

Program dari kepedulian Civitas Akademika UNESA ini diwujudkan dalam bentuk “Pelatihan Kewirausahaan dan Pengemasan Produk untuk Meningkatkan Daya Saing Kelompok UMKM Kelurahan Sawunggaling, Surabaya”. Bertempat di Balai Kelurahan Sawunggaling, Surabaya, dan diikuti oleh puluhan pelaku UMKM, pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Prof. Dewie Tri Wijayati dari UNESA menyampaikan bahwa, dalam berbisnis, keuntungan harus diraih bersama antara penjual dan pembeli. Menurutnya, inovasi dalam aspek bentuk, rasa, dan kemasan produk sangat penting untuk meningkatkan daya saing.

“Jika hanya penjual yang diuntungkan, pembeli akan beralih ke tempat lain, dan usaha kita akan gagal,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemdes Sugihwaras Bangun Kantor Desa Dari Silpa APBDes Tahun 2019

Ketua Program Doktor Manajemen menambahkan, bahwa UMKM harus terus melakukan inovasi, baik dalam bentuk produk, rasa, maupun kemasannya. Sebagai contoh, pisang goreng dapat diberi variasi rasa seperti keju, susu, dan coklat untuk meningkatkan nilai jualnya.

“Inovasi dalam pengemasan juga dapat memperkuat karakter bisnis UMKM, karena kemasan yang menarik dapat meningkatkan harga jual produk,” jelasnya.

Ketua Tim PKM, Dr. Nadia Asandimitra SE, MM, menambahkan, bahwa pemilihan lokasi pelatihan didasarkan pada hasil analisis yang menunjukkan bahwa Kelurahan Sawunggaling jarang mendapat perhatian akademis. Ia berharap, program tersebut dapat menjalin sinergi berkelanjutan antara UNESA dan Sawunggaling.

Baca Juga  Serahkan Sertipikat Tanah Elektronik bagi Masyarakat di Kawasan Taman Nasional Bromo, Menteri AHY Harapkan UMKM Pariwisata Berkembang

Sementara, para pelaku UMKM menerima banyak masukan dari narasumber, seperti materi tentang mindset kewirausahaan dari Ratih Amelia (dosen FEB UNESA) dan cara pengemasan produk dari Muh Ariffudin Islam (dosen Desain Komunikasi Visual UNESA). Pun, mendapat sambutan positif dari warga dan pihak Kelurahan Sawunggaling, Lurah Rizka Fadillah.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, usaha UMKM di Kelurahan Sawunggaling dapat naik kelas, laris, dan berkembang, bahkan membuka cabang baru. Kami berharap, pelatihan ini bukan hanya kegiatan sekali saja, tetapi terus berkelanjutan,” tandasnya. (Rend)

News Feed