SAMPANG – Oknum Arogan dan main ancam terhadap Mahasiswa Politekhnik Negeri Madura (Poltera) di Sampang Madura Jawa Timur diduga Dosen berjenis kelamin perempuan
Gambaran tersebut didapat dari penulusuran reporter RB senin 5/10 terhadap kontak person percakapan maupun voicemail melalui WhatsApp (WA) yang digunakan
Dalam percakapan WA dengan Mahasiswa yang mempertanyakan pelaksanaan Wisuda secara virtual itu, oknum yang diduga Dosen perempuan tersebut mengancam akan menahan ijazah mahasiswa yang mempertanyakan Wisuda virtual
Sedangkan dalam pembicaraan voicemail melalui WA mengancam akan memberikan nilai E kepada Mahasiswa satu kelas bila ada 1Mahasiswa pun yang berani protes
Sikap arogan dan main ancam oknum yang diduga Dosen perempuan ini membuat tidak nyaman salah satu keluarga dari Mahasiswa yang mengikuti Wisuda secara virtual sabtu 26/9
Saat itu YN keluarga Mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya menganggap oknum diduga Dosen perempuan itu menjadi pemicu memanasnya situasi
“Seharusnya pihak Poltera menindaklañjuti dan mencari tahu pemicu memanasnya konflik di Poltera, bukan melakukan pembenaran dan mencari Mahasiswa yang dianggap membocorkan informasi,” ujar YN waktu itu
Menurutnya cara membungkam Mahasiswa seperti yang dilakukan oknum diduga Dosen perempuan itu sudah bukan jamannya lagi
Justru seharusnya memberikan pencerahan terbangunnya sistem Demokrasi dikampus dengan mendorong keberanian serta sikap kritis yang konstruktif kepada Mahasiswa, bukan membelenggu dengan menciptakan arogansi dan main ancam
Menanggapi adanya oknum yang bersikap arogan dan main ancam, dalam penjelasan terakhirnya melalui WA kamis 1/10 Humas Poltera Taufik Hidayat menegaskan Poltera selalu memberi ruang kepada Mahasiswa untuk menyampaikan pendapat
Dijelaskan di Poltera ada Badan Eksekutif Mahasiswa, ada Himpunan Mahasiswa Jurusan
Jadi banyak saluran untuk menyampaikan aspirasinya dan jika ada bukti silahkan dilaporkan bahkan kontak person yang dimiliki selalu aktif 24 jam untuk merespon cepat aspirasi yang dilakukan
Sampai saat ini belum ada keberatan dan laporan yang diterima Poltera
Disinggung terkait ancaman penahanan ijazah dijelaskan juga sebelumnya bahwa oknum siapapun tidak mempunyai kewenangan menahan ijazah Mahasiswa, sebab ijazah akan diserahkan oleh Bagian Akademik bukan Dosen.
(Zainul/Her/RadarBangsa.co.id)










