Bondowoso, SIBERINDO.CO – Permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak online, berakibat pada banyaknya bantuan sosial masyarakat yang tidak bisa dicairkan.
Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Dispendukcapil) melalui sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Bondowoso Priyono Hadi Siswanto mengatakan, ketika jaringan dua server di pusat yakni server SIAK dan DWH bermasalah, maka data NIK tersendat dan tidak dapat memperbaharui.
“Yang di pusat itu kan menangani se Indonesia. Yang di DWH itu kadang tersendat karena masalah itu,” ucapnya, Senin (6/9/2021).
Menurut dia, server SIAK merupakan server yang online dengan Dispendukcapil setiap saat. Adapun server DWH secara teknis akan mengupdate data dari server SIAK.
Priyono meyakinkan, pendataan NIK di tingkat kabupaten pada dasarnya tidak ada kendala, karena data lokal terkoneksi dengan SIAK pusat.
“Permasalahannya juga, saat masyarakat pindah tempat dan nyetak KTP baru,” ujarnya.
Dispendukcapil Bondowoso dalam mengatasi masalah tersebut, menyediakan layanan Whatsapp bagi warga yang ingin mengirim dan memperbaharui data. Bahkan, pihaknya melibatkan masing-masing desa untuk kebutuhan administrasi warga saat mengambil bantuan sosial dari pemerintah.
Sebelumnya, PJ Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah menyebut, rata-rata bansos warga tidak bisa dicairkan dikarenakan NIKnya tidak online.
Oleh karenannya, pihaknya saat ini terus melakukan updating data untuk memperbaiki data KPM yang bermasalah. Disamping juga menyarankan masyarakat agar mengurus KTP ke Dispendukcapil agar segera di onlinekan.(*uby)










