oleh

SMSI Magetan Kecam Keras Intimidasi Wartawan Saat Meliput Dugaan Keracunan MBG di Ngawi

Magetan | jatim.siberindo.co – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Magetan, melalui ketuanya Rendra Sunarjono, menyatakan kecaman keras terhadap tindakan penolakan dan intimidasi yang menimpa jurnalis saat meliput kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Mantingan, Ngawi.

Insiden yang terjadi pada Kamis (4/12/2025) itu melibatkan upaya pengusiran dan intimidasi premanisme, di mana wartawan nyaris dihantam dengan paving block dan kayu oleh oknum SPPG Yayasan An Nur Banaran.

Rendra Sunarjono menegaskan bahwa, penghalangan kerja wartawan adalah pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 ayat (2) dan (3) yang menjamin kemerdekaan pers.

“Kami mengutuk keras tindakan intimidasi yang menimpa rekan-rekan jurnalis di Ngawi. Area publik bukanlah area terlarang untuk diliput, apalagi ini menyangkut isu kesehatan publik yang harus diketahui masyarakat,” ungkap Rendra, Kamis (4/12).

Baca Juga  Eros Jarot Raih Anugerah Tokoh Pejuang Kemerdekaan Pers

Ia menyoroti bahwa dapur mitra MBG, termasuk beberapa SPPG di Magetan, seringkali menjadi tempat yang sulit diakses wartawan, bahkan lebih ketat dibanding kantor administrasi. Menurutnya, hal ini menghambat transparansi informasi.

Senada dengan SMSI, Ketua Asosiasi Jurnalis Idealis Independen (AJII) Ngawi, Yudi, menyayangkan sikap arogan oknum SPPG Mantingan. “Wartawan kan hanya meminta konfirmasi terkait dugaan keracunan, kenapa harus mengintimidasi dan nyaris memukul,” jelasnya.

Baca Juga  Dana Milayaran DAK 2024 Digelontorkan Untuk Program SPAM dan Sanitasi, Perkim Ngawi : Masih Tahap Rekruitmen TFL

Kasus ini menjadi peringatan serius. SMSI Magetan dan AJII Ngawi mendesak
​Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindak tegas pelaku intimidasi sesuai dengan UU Pers, guna menjamin perlindungan dan keselamatan jurnalis.

​Kejadian ini diharapkan menjadi momentum untuk menghentikan upaya pembungkaman pers di tanah air, demi tercapainya transparansi dan informasi yang berimbang kepada masyarakat. (Rend)

News Feed