oleh

Kelompok Petani Kota Batu dapat Bantuan Obat Cair dan Cristal dari Dispertan

KOTA BATU – Memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi, khususnya di wilayah kota wisata Batu, menjadi momok bagi semua petani aktif dalam pengolahan produksi pertanianya. Momok yang dimaksud bagi para petani, ketika terjadi hujan turun terus menerus para petani menghadapi resiko munculnya hama atau penyakit tanaman.

“Dari resiko itu sendiri, ketika para petani sudah melakukan produksi penanaman baik awal penanaman bibit baru maupun tanaman yang sudah berumur 1-2 bulan penanaman. Tanaman yang menjadi ancaman penyakit atau hama ketika musim hujan dengan intensitas tinggi seperti komoditi tanaman sayur, kubis, sawi, bunga kol, brokoli, tomat, bahkan bisa merambah pada tanaman bunga. Jenis obat-obatan dan pupuk yang akan didistribusikan dari Dinas Pertanian seperti, Agensi Hayati, Pestisida, Nabati, Pupuk Organik cair, PGPR, Belerang, Dolomit, Fungisida, Pestisida,Pupuk, “jelas Dedik bagian Sarpras Dinas Pertanian kota Batu pada media RadarBangsa.co.id group Siberindo.co, Jumat (4/12/2020).

Disisi lain, merujuk pada persoalan ini, ketika petani dihadapkan dengan musim penghujan, pasti dan jelas ancaman petani akan mengalami untung dan rugi ketika akan jelang musim panen. Yang dimaksud petani bisa untung dan rugi adalah, sebelum musim hujan tiba, hasil produksi petani harga jualnya dipasar cukup murah.

Dan segi keuntunganya, ketika musim hujan tiba, harga jual produksi dipasaranya bisa dua kali lipat harnya, tetapi barangnya sulit didapatkan, karena dampak dari hasil panenanya banyak terserang hama. Seperti ulat, atau jenis hama yang lainya, untuk mencari hasil panenan yang berkwalitas bagus agak sulit,”ucap kordinator PPL Dulkamar, wilayah Bumiaji.

Baca Juga  Pendapatan Astra Agro Naik 6,5%

Hal ini, Dinas Pertanian sudah melakukan antisipasi rutin untuk menerjunkan petugas PPL nya pada kelompok tani yang masuk dalam daftar petani aktif, akan dilakukan tata cara atisipasi munculnya hama atau penyakit tanaman ketika memasuki musim penghujan.

Data Harga jual tanaman Komoditas yang mengalami pasang surut di pasaran, ketika menghadapi dan sebelum musim hujan tiba. [KF]
Data Harga jual tanaman Komoditas yang mengalami pasang surut di pasaran, ketika menghadapi dan sebelum musim hujan tiba. [KF]

Dan pastinya para petani yang sudah masuk dalam kelompok tani, akan diberikan bantuan obat-obatan baik berbentuk cair, atau cristal yang tujuanya untuk mengantisipasi munculnya hama atau penyakit disemua tanaman komoditi yang sudah ditanam oleh petani,”ujar Dulkamar.

“Sesuai data yang diperoleh dari dinas Pertanian kota Batu, terkait hasil panenan tanaman komoditas yang masuk dalam pangsa pasar dari petani langsung, dari musim kemarau hingga memasuki musim penghujan, menjadikan harga-harga tanaman komoditi bisa menjadi naik harga per kilogramnya. Tetapi sesuai kondisi dilapangan harga jual pasaran bisa naik,namun barang yang dimaksud sangat sulit dan terbatas didapatkan dari petani langsung.

Baca Juga  Sirkuit Suryo Magetan Diresmikan, Khofifah: Wadah Produktif, Lahirkan Bibit Pembalap dari Daerah

Hal itu sulit didapatkan karena rata-rata tanaman komoditas banyak terancam dengan adanya intensitas hujan tinggi, berdampak tanaman rusak dan membusuk, bahkan ada ancaman potensi terserang penyakit, dikala terjadi curah hujan terus menerus,”urai PPL. Seperti tabel harga jual tanaman komoditas yang mengalami kenaikan dipasaran.

(Wan/RadarBangsa.co.id)

News Feed