oleh

Banjir Bandang Terjang Lamongan Selatan, Dua Warung dan Satu Sepeda Motor Hanyut

LAMONGAN | jatim.siberindo.co-Intensitas hujan yang sangat tinggi yang mengguyur wilayah Lamongan selatan, di Kecamatan Ngimbang dan sekitarnya pada Kamis (04/11) kemarin sore, beberapa rumah warga terdampak Banjir bandang.

Dilaporkan sedikitnya ada 32 rumah warga diantaranya yang berada di dusun Bujel, Jedung dan Tapas Desa Sendangrejo, dampak dari Banjir bandang kemarin sempat terendam air dengan ketinggian air hingga mencapai 50 Cm.

Beruntung Banjir bandang yang berlangsung kurang lebih satu jam yang melanda tiga dusun di wilayah Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga  Positif Covid -19, Kepala Bappeda Fais Junaidi Akhirnya Meninggal Dunia

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan Mugito menyebutkan, Banjir bandang yang terjadi di wilayah Ngimbang kemarin sore dipicu karena curah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.

“Juga dipicu adanya sumbatan pada saluran air atau sungai. Sedikitnya ada
25 rumah warga yang terendam air dengan rata-rata ketinggian air mencapai 50 Cm,” terang Mugito, Jumat (05/11).

Selain itu, kata dia, satu unit warung beserta dengan isinya milik bapak Irawan dilaporkan hanyut terbawa Banjir bandang dengan kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 7 juta.

“Di Dusun Jedung, dua unit rumah juga  terendam air, 1 unit sepeda motor Supra X 125 dan 1 unit warung milik bapak Hartono ikut hanyut, dengan kerugian capai Rp 10 juta. Dusun Tapas,
5 unit rumah terendam dengan rata-rata ketinggian air sampai 50 Cm,” ungkapnya.

Baca Juga  Kapolsek Tikung Serta Forkopimcam Tikung Melakukan Penanaman Pohon dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-78 Tahun 2024

Ia mengungkapkan, upaya yang dilakukan oleh BPBD Lamongan ialah melakukan kaji cepat dan pendataan ke lokasi banjir. Tim gabungan, sambung dia, langsung melakukan pembersihan serta meninjau lokasi terdampak.

Menurutnya, Banjir bandang tersebut terjadi dikarenakan tanaman peneduh di bukit-bukit sekitar sangatlah kurang. Sehingga air hujan tidak lagi tertahan di daun-daun pohon peneduh.

Baca Juga  Polres Lamongan Amankan Pelaku Pemukulan Kakek Hingga Tewas

“Tanaman peneduh wilayah disitu, sebagian besar masih rintisan, butuh dukungan dari semua pihak agar pohon rintisan tidak sampai rusak dan cepat besar,” tuturnya.

Ia menambahkan, antisipasi memasuki musim penghujan saat ini, apel kesiapsiagaan untuk cek sarana sumberdaya penanggulangan sudah kita lakukan bersama-sama.

“Pak camat dan kades kita minta aktivasi posko penanggulangan bencana. OPD teknis diminta untuk tuntaskan bersih-bersih saluran air, normalisasi saluran air, dan pemangkasan dahan ranting-ranting pohon ditepi jalan,” tambahnya.

 

 

 

 

 

 

 

(RB/SMSI)

News Feed