LAMONGAN, Jatimsiberindo.co — Menghadapi cuaca yang kian sulit diprediksi, Polsek Tikung, Polres Lamongan, menggelar Patroli Kota Presisi (PKP) pada Minggu (5/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif terhadap ancaman Banjir dan tanah longsor yang kerap melanda wilayah Tikung saat musim hujan tiba.
Patroli dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, S.H., dengan didampingi empat anggota, yakni Aiptu S. Eko P, Aiptu Suwawi, Aipda M. Irawan, dan Briptu Dwi Bai A. Para personel menyusuri sejumlah titik rawan bencana, termasuk area persawahan, tepi sungai, serta jalan perbukitan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman, terutama setelah beberapa hari terakhir wilayah Lamongan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kapolsek Tikung menegaskan, kegiatan patroli tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, bukan hanya dari tindak kriminal, tetapi juga dari ancaman bencana alam.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek kamtibmas, tapi juga pada keselamatan warga dari potensi bencana. Apalagi saat ini kondisi cuaca sulit diprediksi dan bisa berubah ekstrem kapan saja,” kata AKP Anang Purwo Widodo, S.H.
Selain memantau kondisi lapangan, petugas juga berdialog langsung dengan warga di beberapa desa. Mereka menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif melaporkan jika muncul tanda-tanda potensi bahaya, seperti retakan tanah atau air sungai yang mulai meluap.
AKP Anang menjelaskan, Kecamatan Tikung memiliki sejumlah kawasan dengan kontur tanah yang labil serta dekat dengan daerah aliran sungai. Oleh sebab itu, koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, hingga relawan kebencanaan terus diperkuat agar penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
> “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lengah. Kewaspadaan dini dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mitigasi bencana,” ujarnya.
Dari hasil patroli tersebut, situasi wilayah Tikung dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ditemukan tanda-tanda awal bencana, namun pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di beberapa titik strategis untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.
Langkah proaktif Polsek Tikung ini mendapat apresiasi dari sejumlah warga yang menilai kehadiran aparat di lapangan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Polres Lamongan agar seluruh jajaran memperkuat peran preventif di tengah meningkatnya potensi bencana alam di musim penghujan.
Dengan pendekatan presisi yang menekankan pada patroli cerdas dan kolaboratif, kepolisian berupaya membangun sistem tanggap bencana berbasis masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran Polri sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berdaya tahan terhadap bencana.
“Kami siap siaga 24 jam, demi memastikan wilayah Tikung tetap aman, tertib, dan masyarakat merasa terlindungi,” tegas AKP Anang Purwo Widodo, S.H., menutup keterangannya.










