oleh

Dinas Perkim Lamongan Berupaya Penuhi Hunian MBR

LAMONGAN – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten  Lamongan terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian layak terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui KPR bersubsidi.

” Yang investasi di Lamongan sekarang sudah banyak, selain pengembang lokal juga ada pengembang dari luar daerah seperti dari Kediri dan Depok,” ujar Sekretaris Dinas Perkim Lamongan Siti Zulkah, Senin (05/04).

Menurut dia, wilayah Lamongan memang tempat yang cocok untuk dijadikan tempat permukiman atau hunian. Karena apa, kata dia, untuk ke Bojonegoro juga tidak jauh, juga termasuk wilayah Gerbang Kertasusila.

Baca Juga  Wabup Lamongan Lepas Peserta Jalan Sehat di Tikung Sambut Hari Kemerdekaan, Ini Pesan Camat

” Mengenai dengan kemudahan perijinan dan lahan yang akan didirikan perumahan tetap sesuai dengan protap, harus sesuai produk yang baru cipta kerja. Ada jalur hijau dan jalur kuning, tetap disesuaikan aturannya,” ungkapnya.

Dia menuturkan, aturan jalur hijau memang tidak boleh dijadikan perumahan ataupun industri, sudah ada aturan yang baru. Jadi setiap perizinan yang masuk, baik itu perumahan maupun industri tetap kita lihat dulu tata ruangnya.

Baca Juga  Jelang Hari Pahlawan 10 November, Kodim Lamongan 0812 Adakan Gowes dan Tabur Bunga

” Cocok apa tidak, kalau tidak cocok ya memang kita sarankan untuk pindah ke lokasi yang sudah sesuai. Kan ada lahan-lahan yang tidak boleh dan ada yang diperbolehkan,” tutur Zulkah.

Dia menjelaskan, untuk pengembangan wilayah kota akan memusatkan di lima titik kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Tikung yang sebagai pintu masuk Lamongan dan juga wilayah Kebet.

” Saya berharap di tahun 2021 ini semua investor lainnya sudah mulai berinvestasi di Lamongan. Proyek PDAM Mojokerto, Lamongan, Gresik (Mojolagres) juga sudah melakukan pemasangan pipa saluran,” tandasnya.

Baca Juga  Periodesasi RT RW diPerpanjang 1 Tahun "Jika Pandemi Covid-19" Masih Berlangsung

Zulkah menambahkan, permukiman atau hunian KPR subsidi maupun komersil dan juga industri, pastinya waktu beroperasi juga harus mendapatkan droping air bersih yang lancar dan maksimal.

” Dengan masuknya investor ke Lamongan tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lamongan, serta dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat secara bertahap,” imbuhnya. ard 

News Feed