oleh

KPM di Lamongan Menerima BPNT Sebesar Rp600, Diduga Uangnya Buat Bayar Hutang

LAMONGAN, jatim.sibeindo.co – Penyaluran program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari kemensos secara tunai melalui PT POS Indonesia terhitung tiga bulan sebesar Rp 600 ribu masih belum sesuai peruntukan sebagaimana mestinya.

Seperti yang sudah tercantum dalam juklak dan juknisnya, penyaluran meskipun diberikan tunai kepada KPM bulan Januari, Februari, Maret Rp 600 ribu. Setiap KPM harus membelanjakan dengan sembako di tempat komunitas yang sudah disediakan.

Hal tersebut mengacu pada surat Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial nomor 592/6/BS tertanggal pada 18 Februari 2022. Hal ini tercantum dalam surat tentang Percepatan Penyaluran Bansos Sembako/BPNT.

Baca Juga  Pelaku Curanmor Asal Surabaya, Babak Belur Dihajar Warga

Bantuan reguler dari kemensos tiap bulan Rp 200 ribu tersebut harus dibelanjakan barang kebutuhan berupa sembako. KPM harus dapat membuktikan bantuan yang diterima bukan untuk dibelikan kebutuhan lainnya. KPM juga harus memiliki bukti belanja dari toko bersangkutan.

Menurut penuturan dari beberapa KPM di Lamongan saat menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 600 mengaku ada yang tidak dibelanjakan sembako, namun dibelikan untuk kebutuhan lainnya, seperti keperluan dapur dan lainnya.

Baca Juga  Kambing Perah Unggul Icon Desa Berdaya Plosowahyu

“Nggih, kemarin saya memang dapat bantuan Rp 600 ribu, ngambilnya di kantor balai desa, uangnya saya belanjakan buat keperluan perabotan dapur, beli gula, minyak goreng, air, ngopi di warung, beli rokok, dan juga kebutuhan lainnya,” tutur salah satu KPM asal Gondangwaruk Kecamatan Sugio, Sabtu (5/3).

Ia mengungkapkan sangat berterimakasih sekali sudah diberi bantuan oleh pemerintah untuk tiap bulannya. Menurutnya, uang itu sangat bermanfaat sekali untuk bisa menopang kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Baca Juga  Walikota Kediri Pantau Vaksinasi Drive Thru untuk Pengemudi Taksi dan Ojek Online

Senada diungkapkan oleh ibu-ibu penerima manfaat lainnya, setelah menerima uang Rp 600 ribu itu langsung dibelikan untuk kebutuhan rumah tangganya, seperti buat saku anak sekolah, melihat bayi, ngelayat dan keperluan lainnya.

“Kita lengkapi semuanya pokoknya, termasuk buat beli lombok, beli ikan, terus buat bayar hutang di tukang sayur ini Rp 200 ribu, terus buat buwuh, bayar listrik dan banyak keperluan dapur lainnya,” ucap ibu-ibu keluarga penerima manfaat.

(RB)

News Feed