LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Pemanfaatan media sosial kembali terbukti efektif membantu kepolisian dalam menangani laporan masyarakat. Seorang warga Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, yang dilaporkan hilang sejak 1 Desember 2025 akhirnya ditemukan berkat laporan warga Ngimbang melalui TikTok. Kolaborasi Polsek Tikung dan Polsek Ngimbang mempercepat proses pencarian hingga remaja tersebut bisa kembali ke keluarganya.
Remaja itu bernama Abdur Rahman Fathuriski, atau Faris, 17 tahun, putra dari Irfan Jazuli. Faris diketahui mengalami gangguan jiwa dan memerlukan pengawasan. Ketika ia meninggalkan rumah tanpa diketahui arah, keluarga pun cemas dan segera meminta bantuan aparat desa serta Bhabinkamtibmas.
Laporan masuk kepada Aipda AQ Jaelani, Bhabinkamtibmas Desa Jotosanur, dari nitizen yang melihat video pendek mengenai seorang remaja yang kebingungan dan ditemukan warga di wilayah Ngimbang. Setelah membaca komentar dan menerima pesan langsung dari warga yang mengenal ciri-ciri Faris, Aipda Jaelani langsung melakukan koordinasi internal.
“Kami merespons cepat karena informasi dari warga memiliki potensi besar untuk membantu penanganan awal. Media sosial menjadi jembatan yang mempercepat arus informasi,” tutur Aipda Jaelani.
Bersama petugas jaga dan keluarga, Aipda Jaelani kemudian menuju Polsek Ngimbang untuk memastikan identitas remaja tersebut. Setibanya di lokasi, keluarga mengenali Faris dan memastikan kondisinya aman. Petugas melakukan pencatatan, pengecekan singkat, lalu menyerahkannya kepada keluarga untuk penanganan lanjutan.
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo, SH, menyampaikan bahwa kerja sama lintas wilayah merupakan langkah strategis dalam menangani kasus warga hilang yang sering berpindah lokasi. Ia menilai bahwa laporan cepat masyarakat sangat membantu aparat dalam mengurangi risiko keselamatan.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa tindakan cepat bisa dilakukan ketika masyarakat memberi informasi tepat waktu. Kami mengapresiasi kepedulian warga yang aktif melapor,” jelas AKP Anang.
Ia menambahkan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan komunikasi dengan warga, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebar informasi darurat. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk melapor. Keselamatan warga adalah prioritas,” tegasnya.
Kapolsek mengingatkan bahwa kasus hilangnya warga dengan gangguan kejiwaan perlu penanganan lebih intensif agar kejadian serupa tidak terulang. Ia berharap keluarga dapat memberikan pendampingan ketat setelah Faris kembali.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan aparat yang sigap membantu pencarian. Mereka berharap kondisi Faris dapat stabil kembali setelah berada di rumah.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana media sosial, aparat kepolisian, dan masyarakat dapat bekerja secara simultan menghadirkan keamanan di lingkungan. Kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi standar dalam penanganan kasus serupa ke depan.










