KEDIRI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan big data dalam Jatim Connect. Dengan Jatim Connect ini koneksitas di antara instansi-instansi vertikal itu bisa sambung semua.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam acara HUT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim 2020 di UPT Bapenda di Kediri, Sabtu (3/10/2020) mengatakan, program Jatim Connect untuk mengatasi permasalahan data yang hingga kini jadi sumber permasalahan yang ada di lapangan.
“Sebagai contoh hari ini, misalnya, barang yang keluar dan masuk dari area-area, misalnya Ngawi dan Tuban, tidak semuanya bisa dihitung dengan presisi yang bagus. Karena angkutan-angkutan ini, mungkin tidak semua bisa mencatatkan produk-produk kita yang keluar dan produk-produk luar yang masuk ke Jatim,” kata Gubernur Khofifah seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co.
Menurutnya, ini hal kecil, tetapi bahwa intensitas yang tinggi pasti juga akan memberikan dampak yang besar pula. Karena kalau kita melihat sumber PAD Bapenda ini jantungnya pembangunan Jatim bagi pemprov.
Oleh karena itu, pihaknya minta tolong sistem yang dibikin ada yang bikin pembangunan yang sehat. Jantungnya harus sehat. Cara memompanya juga harus dipastikan berjalan dengan baik.
“Kita ingin semuanya ingin berseiring meningkatkan kinerja pemprov Jatim,” pungkasnya. (bm)










