Magetan | jatim.siberindo.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan semakin serius mematangkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan memastikan kesehatan indera penglihatan anak-anak sekolah tetap terjaga di tengah gempuran era digital.
Melalui program bertajuk “Magetan Shine” dan gerakan “Ayo Sinau”, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa, mata yang sehat adalah kunci utama efektivitas belajar. Hal ini disampaikannya saat membuka webinar “Ayo Sinau” secara virtual pada Rabu (4/3/2026).
Bagi Bunda Nanik (sebutan akrabnya red), membangun generasi unggul tidak hanya soal kecerdasan otak, tetapi juga kesehatan fisik yang menunjang proses transfer ilmu.
”Menjaga kesehatan mata adalah hal yang sangat penting bagi anak-anak kita. Mata yang sehat krusial agar mereka bisa mengenal lingkungan dan belajar dengan maksimal,” tutur Bupati dalam sambutannya.
Beliau juga memberikan peringatan keras terkait pola hidup anak-anak masa kini yang sangat akrab dengan gawai. ”Batasi penggunaan handphone (screen time) agar mata tidak cepat lelah dan terpapar radiasi berlebih. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini,” jelas Bupati Magetan perempuan tersebut.
Program “Magetan Shine” tidak berjalan sendiri. Pemkab Magetan menggerakkan seluruh lini untuk memastikan kesehatan mata anak terpantau secara masif, dengN melibatkan tenaga medis, tenaga pendidik (guru), dn pemerintah setempat khususnya di wilayah kecamatan.
Gerakan ini diharapkan melahirkan generasi dengan mata yang “sehat dan bersinar”, sebuah filosofi dari nama Magetan Shine. Dengan penglihatan yang tajam, diharapkan anak-anak Magetan mampu menyerap informasi dengan lebih baik, sehingga siap bersaing di kancah nasional maupun internasional pada tahun 2045 mendatang.
Berikut tips singkat dari program “Magetan Shine”, diantaranya terapkan rumus 20-20-20. Artinya, setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (6 meter). Pastikan pencahayaan ruangan cukup saat anak sedang belajar atau membaca. (Rend)










