SURABAYA – Pasca libur panjang dan cuti bersama 2020, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ingin memastikan tidak ada transmisi penyebaran virus Covid-19 di Surabaya. Sehingga digelar Swab Hunter Perbatasan untuk memutus mata rantai penyebarannya.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginginkan Swab Hunter Perbatasan ini digelar setelah berakhirnya masa libur panjang, sejak tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020 kemarin. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir, sekaligus memutus penyebaran pandemi Covid-19.
“Operasi Swab Hunter Perbatasan dilaksanakan, Rabu (4/11/2020) besok. Pemkot Surabaya akan bersinergi dengan TNI dan kepolisian ketika melaksanakan operasi tersebut di sembilan kecamatan yang menjadi wilayah perbatasan di Kota Surabaya,” kata Irvan di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2020).
Sembilan wilayah kecamatan yang menjadi titik berlangsungnya operasi, meliputi Kecamatan Gunung Anyar di Kantor Kelurahan Rungkut Menanggal pukul 07.00-09.00 WIB dan Jalan Wiguna pukul 07.00-09.00 WIB.
Kecamatan Jambangan di Kelurahan Pagesangan pukul 07.00-09.00 WIB, Kecamatan Gayungan di homestay belakang Mall City of Tomorrow (CITO) pukul 07.00-09.00 WIB, dan Kecamatan Pakal di Kantor Kelurahan Benowo pukul 07.00-09.00 WIB.
Kecamatan Bulak dan Kenjeran di depan kantor BPWS pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 18.00-21.00 WIB dan Kecamatan Wonocolo yang diletakkan di RW 6 dekat Rusun Siwalankerto pada pukul 18.00-21.00 WIB.
Kemudian, di Kecamatan Lakarsantri yang akan diletakkan di kantor Kelurahan Lidah Kulon pada pukul 07.00-09.00 WIB, Kecamatan Karang Pilang tepat di Pasar Karang Pilang pada pukul 07.00-09.00 WIB.
Terakhir di Kecamatan Benowo yang akan diletakkan di lapangan RT 3, RW 1 belakang Pos Polisi, perempatan Romokalisari pada pukul 07.00-09.00 WIB.
Irvan menyebut sasaran dari operasi kali ini merupakan warga yang berdomisili di sekitaran wilayah perbatasan tersebut.
“Nanti, mereka nanti akan diundang oleh Lurah dan Camat. Sasaran yang lain adalah para pengendara yang akan masuk ke Kota Surabaya,” ucap Kepala BPB Linmas Kota Surabaya itu.
Pemkot Surabaya juga akan mensiagakan mobil khusus yang digunakan untuk melakukan evakuasi, apa bila nantinya ditemukan warga atau pun pengendara yang hasil swabnya positif.
“Kita siapkan mobil evakuasi di setiap titik, jika ada yang positif, langsung kami bawa ke Hotel Asrama Haji,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk tetap menjaga protokol kesehatan, meskipun menurutnya pandemi Covid-19 sudah mulai bisa dikendalikan.
“Jangan kendor, ayo tetap jaga protokol kesehatan dengan biasakan yang tidak biasa,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Surabaya itu. (nan)










