SURABAYA – SIBERINDO.CO – Partai Golkar memastikan, rekomendasi yang dikeluarkan untuk pasangan calon Bupati – Wabup dan Walikota – Wakil Walikota, bebas dari Mahar. Termasuk 19 rekom yang akan bertarung pada Pemilukada Desember mendatang di Jatim.
Rekom tersebut beberapa sudah diserahkan di Jakarta oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan terakhir diserahkan Rabu (2/9/2020) malam di Kantor Golkar Jawa Timur di Surabaya, oleh Ketua DPD Partai Golkar Jatim M. Sarmuji dan Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak.
Dengan demikian maka semua calon yang diusung Golkar mulai malam ini sudah clear, tidak ada yang tertinggal satupun. “Kita tinggal menunggu hari pendaftaran saja,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji ketika memberikan sambutan.
Penyerahan rekom sekaligus menjadi perkenalan antara calon dengan pengurus Golkar Jatim. Dalam kesempatan tersebut semua calon juga diberikan kesempatan untuk mengenalkan diri termasuk Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mantan wakil gubernur Jawa Timur yang maju di Pilkada Kota Pasuruan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji memastikan bahwa calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar tanpa mahar alias gratis.
“Sepeserpun calon kepala daerah yang hadir di sini tidak ditarik. Bahkan Golkar mempermudah semua prosesnya. Di era demokrasi terbuka saat ini sudah tidak selayaknya cara cara lama masih digunakan,” ungkapnya.
Sarmuji juga mengakui bahwa meski bapak bapak dan ibu ibu diusung Golkar, ada beberapa calon yang justru baru malam ini bertemu. Jadi kalau tadi Gus Ipul bilang walaupun diusung oleh Golkar tapi sesungguhnya bertemu dengan Ketua Golkar Jawa Timur juga baru malam ini, itu memang benar.
Tidak hanya Gus Ipul saja, dengan Situbondo Pak Yoyok juga belum pernah ketemu. Lalu Pak Riyanto dari Blitar, ketemu baru sekali saat Musda beberapa waktu lalu. termasuk Pak Sanusi dari Kabupaten Malang dan beberapa yang lainya.
Ini semua dilakukan semata mata karena ingin mempermudah dalam proses pencalonan tadi. Bisa dicatat bahwa sampai saat ini saya tidak pernah bertemu dengan calon bicara masalah uang. Apalagi menanyakan punya duit berapa nyalon lewat Golkar. “Tidak. Tidak pernah itu kami lakukan. Wartawan bisa menanyakan kepada yang bersangkutan,” kata Sarmuji.
Demokrasi yang berjalan hari ini tidak boleh kita tentukan dengan kapital. Kita ingin memperbaiki demokrasi. Kalau bapak bapak belum belum sudah dimintai uang sekian milyar, ditarget sekian milyar, pasti tidak akan mau dan grundel, mungkin malah mundur. Menurut saya cara ini tidak manusiawi. Masak baru akan berjuang saja harus menyetor sekian miliar.
Apalagi kalau kemudian nantinya bupati , walikota setelah jadi kemudian diminta komitmen tertentu, itu jelas tidak bagus. “Komitmen kami adalah bapak bapak ikut membesarkan Partai Golkar baik pada saat Pileg dan Pilpres. Itu saja,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Sarmuji berpesan, semua calon yang diusung Golkar harus menang. Karena itu kalau para calon ini memerlukan pendampingan, Golkar Jawa Timur akan membantu.
Sebaliknya tanggung jawab Golkar adalah memenangkan bapak bapak dan ibu ibu semua. Diminta atau tidak, semua anggota Fraksi Golkar mulai anggota dewan DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI akan turun di Dapilnya masing masing untuk memenangkan calonnya. Dan itu pasti.
Jadi yang berkomitmen untuk menang bukan hanya bapak/ibu semua, melainkan partai ini juga komitmen memenangkan bapak dan ibu semua.
Kedua, Golkar Jawa Timur juga sudah memetakan potensi masing masing daerah sebagai bekal memenangkan calon kita.
Inilah 19 Cabup – Cawabup dan Walikota – Wakil Walikota diusung Partai Golkar :
1. Tuban : Aditya Halindra Fariszky – Riyadi
2. Lamongan : Yuhrohnur Efendy – Abdul Rouf
3. Kab. mojokerto : Yoko Priyono – Choirun Nisa
4. Kota Pasuruan : Syaifullah Yusuf – Adi Wibowo
5. Gresik : Fandi Ahmaf Yani – Aminatun Habibah
6. Trenggalek : Mochammad Nur Arifin – Syam Nuhammad Nata Negara
7. Ngawi : Onny Anwar – Dwi Rianto Jatmiko
8. Kab Kediri : Handhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa
9. Kota Blitar : Hengky Pradipta Anwar – Yasin Hermanto
10. Sumenep : Fatah Yasin – Ali Fikri
11. Kab Situbondo : Yoyok Mulyadi – Abu Bakar Abdi
12. Ponorogo : Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahyono
13. Surabaya : Machfud Arifin – Mujiaman
14. Kab Malang : Sanusi – Didik Gatot Sibroto
15. Pacitan : Indrata Nur Bayu Aji – Gagarin
16. Banyuwangi : H. Yusuf Widyatmoko – KH. Muhammad Riza Azizy
17. Kab. Blitar : Riyanto – Marhaenis U.W
18. Jember : Abdusslam – Irfan Aridna Wijaya
19. Sidoarjo : Bambang Haryo – Moh. Taufiqulbar











Komentar