LAMONGAN, Jatim.siberindo.co – Mulai bulan ini dan seterusnya seluruh desa atau kecamatan yang ada di wilayah Lamongan akan didatangi tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan.
Kedatangan korps adhyaksa ke 474 desa tersebut dalam rangka untuk melaunching serta sosialisasi program Pantura Kejari Lamongan (Pelayanan Terpadu Untuk Masyarakat Lamongan).
Kepala Kejari Lamongan Agus Setiadi mengatakan, program Pantura Kejari Lamongan sudah mulai dilaunching hari Rabu (02/06) kemarin, di desa Paciran Kecamatan Paciran.
” Aplikasi Pantura Kejari Lamongan sudah tersedia di Play Store, program ini merupakan upaya Kejari Lamongan untuk meningkatkan kualitas di bidang pelayanan publik,” kata Agus Setiadi, Kamis (03/06).
Agus mengungkapkan, peningkatan kualitas pelayanan secara terpadu tersebut dilakukan guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
” Aplikasi ini juga salah satu bentuk kontribusi dari Kejari Lamongan untuk lebih mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Agus.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kejaksaan, cukup instal aplikasi Pantura yang sudah tersedia di Play Store, dan disitu sudah ada beberapa item palayanan yang bisa dicapai.
Lebih lanjut Agus menuturkan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat Lamongan untuk koordinasi dalam segala hal.
Semua ini, kata dia, merupakan bentuk pertanggungjawaban kami pada pimpinan untuk bagaimana memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
” Ayo kita bersama-sama membangun Kabupaten Lamongan lebih baik lagi,” tuturnya.
Dia juga berpesan kepada seluruh pejabat di Lamongan agar tidak merespon apabila ada permintaan oknum tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan kejaksaan Lamongan.
” Apabila ada hal-hal yang mengatasnamakan saya, Kasi Intel maupun Kasi Datun atau anggota Kejari Lamongan lainnya, saya harap tidak dituruti permintaanya. Silahkan koordinasi dengan kita,” tandasnya.
Kasi Intel Kejari Lamongan Rustamaji Yudica Adi Nugraha menambahkan, aplikasi pantura ini merupakan program dari kepala kejaksaan Negeri Lamongan, untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Jadi bagaimana kita caranya untuk mengcover seluruh permasalahan seluruh desa yang ada di Kabupaten Lamongan,” ujar Rustamaji.
Dia berharap, dengan adanya inovasi Aplikasi Pelayanan Terpadu Masyarakat Lamongan (Pantura) ini, dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, baik ditingkat kecamatan maupun desa-desa.
” Dalam aplikasi ini, ada form terkait seluruh pengaduan masyarakat, dan semua bisa tersampaikan melalui aplikasi tersebut, nantinya akan masuk ke Intel,” jelasnya.
Selanjutnya, sambung Rustamaji, akan di print kemudian akan diserahkan kepada pimpinan bapak Kajari untuk revisi. Apapun laporannya atau konsultasi akan selalu dilayani semaksimal mungkin. ard










