Trenggalek, JATIM.SIBERINDO.CO – Sampah telah menjadi permasalahan nasional dan menjadi isu penting dalam masalah lingkungan. Tumpukan sampah tidak akan berkurang atau habis bahkan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia.
Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Dengan menukarkan sampah dengan uang atau barang berharga yang dapat ditabung, masyarakat akhirnya terdidik untuk mendaur ulang sampah sehingga mereka mau memilah sampah.
Imam Syafi’i selaku ketua bank sampah mandiri berkah yang ada di RT 37 Rw 08 Dukuh Ndoyo Dusun kedungdowo desa Bendoagung kec Kampak Kab Trenggalek melakukan observasi ke salah satu tempat pengelolaan sampah yang berada di kabupaten Trenggalek pada hari Rabu (30/05/2023).
Bank sampah yang berada di RT 37 Rw 08 Dukuh Ndoyo Dusun kedungdowo ini berdiri sejak 2 tahun yang lalu dengan luas tanah 40 m² dengan status tanah dan bangunan milik pribadi, bertujuan membangun bank sampah ini untuk membantu orang lain yang tidak memiliki penghasilan dan juga ingin memiliki kerjaan sampingan.
Pekerja yang ada di Bank sampah ini kurang lebih ada 5 orang, mereka semua asli warga desa bendoagung Rata-rata masa bertahan karyawan disini yang terhitung paling lama adalah 2 tahun. Karyawan bekerja selama 8 jam perhari, dimulai pada pukul 08.00 – 16.00 WIB, dengan sistem gaji harian jika ada kerja borongan. Pekerja yang ada di bank sampah tersebut memiliki berbagai pekerjaan seperti memilah sampah dan paking sampah Adanya bank sampah mandiri berkah akan membawa manfaat bagi warga masyarakat.
“Prinsip pengolahan sampah itu sangat sederhana. Buatlah sampah kita tidak kotor. Semakin terpilah, maka semua sampah bisa dikelola dengan baik di bank sampah,”ucapnya.
Lebih lanjut, imam menegaskan bahwa inti dalam ekonomi sirkular adalah membangun keseimbangan alam dan menjaga ekosistem. Kepedulian lingkungan, sosial, ekonomi dan edukasi adalah pilar yang tidak bisa ditinggalkan untuk gerakan dan solusi yang berkelanjutan.
“Kita harus optimis bank sampah mandiri berkah ini bisa terus berkembang, asal kita bisa membangun manajemen yang baik agar masyarakat bisa terus bergerak dan bisa membiayai operasional bank sampah secara optimal.
Imam juga meminta seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal itu dikarenakan plastik merupakan material yang sulit terurai bahkan memerlukan ratusan tahun untuk dapat terurai.ucap imam.(Erika)










