LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Desa Dukuhagung di Kecamatan Tikung, Lamongan, kini memiliki pusat penjualan sembako baru setelah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meresmikan gerai perdana mereka pada Senin (1/12/2025). Acara grand opening yang berlangsung di sebuah ruko di Dusun Kacangan itu menjadi momentum awal bagi pemerintah desa untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan. Camat Tikung Sujirman Sholeh, S.E., M.M., hadir bersama Danramil Tikung Kapten Cke Slamet Purwanto, perwakilan Polsek Tikung Ipda Andi Nurcahya, Bhabinkamtibmas Aipda Moh. Muhtadi, Babinsa Serda Fadly La Saole, Kepala Desa Dukuhagung Agus S., Ketua KDMP M.Hadi Suwarno, perwakilan Yayasan Ponpes Sunan Drajat Anuril Khakim, dan Direktur Bumdes Mahfud Aly.
Camat Tikung menyebut kehadiran gerai tersebut relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memerlukan stabilitas harga pangan. “Koperasi desa mesti hadir sebagai solusi. Gerai ini bukan hanya tempat membeli kebutuhan pokok, tetapi juga instrumen untuk menekan fluktuasi harga di tingkat warga,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan gerai sembako dapat membantu warga berpenghasilan rendah. Sujirman juga meminta pengurus koperasi menjalankan manajemen transparan agar kepercayaan publik terus meningkat. “Kuncinya adalah keterbukaan dan efisiensi,” tambahnya.
Ketua M.Hadi Suwarno, menjelaskan bahwa koperasi selama ini berupaya menyiapkan model bisnis yang tidak membebani masyarakat. “Kami ingin memberikan manfaat langsung. Harga yang ditawarkan tidak hanya kompetitif tetapi juga stabil,” katanya. Munawar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak luar untuk memperkuat pasokan barang.
Kepala Desa Dukuhagung, Agus S., menyambut baik pembukaan gerai ini. Menurutnya, desa membutuhkan wadah yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. “Gerai ini penting sebagai fondasi agar uang yang beredar tetap berada di desa dan memberi dampak jangka panjang,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Bumdes Mahfud Aly menegaskan kesiapan Bumdes berkolaborasi dalam pengadaan barang dan pengembangan usaha. “Ke depan, kita bisa menghadirkan produk UMKM desa di sini, sehingga gerai tidak hanya menjual sembako tetapi juga menjadi etalase produk lokal,” jelasnya.
Tidak hanya pemerintah, dukungan moral juga datang dari Yayasan Ponpes Sunan Drajat melalui perwakilannya, Anuril Khakim. Ia mengatakan bahwa koperasi merupakan pilar penting pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. “Jika dikelola profesional, koperasi dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Warga setempat menyambut antusias pembukaan gerai baru ini. Mereka berharap keterjangkauan harga dapat membantu mengurangi biaya belanja harian, terutama pada komoditas pokok yang sering naik tiba-tiba.
Dengan diresmikannya Gerai Sembako KDMP, Pemerintah Desa Dukuhagung optimistis pelayanan pangan bagi warga menjadi lebih baik. Gerai ini diproyeksikan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok yang menjaga stabilitas harga di tingkat desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.










