SURABAYA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya telah mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi adanya petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang hasil swabnya dinyatakan positif Covid-19.
Langkah yang dimaksud adalah dengan mempersiapkan petugas cadangan sebagai back up. Sehingga, saat ajang kontestasi Pilkada 9 Desember mendatang telah dimulai, proses pengawasan di tiap-tiap TPS bisa terlaksana.
“Kalau memang disinyalir ada yang positif setelah hasil swab, maka secara otomatis ada backup. Sehingga pengawasan tetap berjalan di TPS,” jelas Sekretaris Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya, Indra Fajar Swasana seperti dikutip petisi.co, grub siberindo.co.
Fajar menambahkan, menjelang bergulirnya kontestasi Pilkada 9 Desember mendatang, 5.184 PTPS menjalani tes swab di Gelanggang Remaja yang difasilitasi oleh pihak Pemkot Surabaya. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 1-5 Desember 2020 mendatang.
“Kami difasilitasi oleh pemerintah kota untuk pelaksanaan swab. Memang selaras dengan program untuk pencegahan dan mengantisipasi Covid-19,” tamabhnya, Selasa (1/12/2020).
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, hasil swab milik PTPS masih harus menunggu proses analisis dari tim kesehatan.
“Untuk hasil tes Swab (positif/negatif) belum diketahui, menunggu analisis dari tim dokter Labkesda. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, pihak dokter dari Dinas Kesehatan akan memberitahu kepada pihak terkait,” terangnya.
Ia menambahkan, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) juga membagi agenda tes swab PTPS itu menjadi dua sesi. Pada tahap pertama diikuti oleh 411 orang, kemudian di tahap kedua diikuti oleh 377 orang.
mengantisipasi terjadinya kerumunan, kata. “Total keseluruhan test swab hari ini, sesi satu dan dua berjumlah 788 orang,” pungkasnya mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya itu. (nan/petisi.co)










