oleh

Sebanyak 5 Tenaga Medis Meninggal Dunia di Bojonegoro Akibat Covid 19

Reporter : Sasmito Anggoro

BOJONEGORO – Sebanyak 5 orang Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro Meninggal dunia di masa Pandemi Covid 19, mereka meninggal dunia akibat terpapar Covid 19, hal ini menjadikan duka yang mendalam bagi tenaga kesehatan di Bojonegoro.

Dari kelima ini salah satunya meninggal pada hari Kamis 30 September 2020, yaitu Yohanes P Rubianto (54) bagian Radiografer. Dia meninggal dunia terpapar Covid-19 dengan penyakit penyerta diabetes mellitus, seperti yang disampaikan oleh Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro Thomas Djaja.

Baca Juga  Ratusan Warga Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Bojonegoro

“Kami sangat kehilangan beliau dan semoga jasa beliau akan selalu dikenang,” Kata Thomas Djaja.

dr Yohanes meninggal sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Prosesi pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan. Sejumlah nakes yang lain memberi penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.

Masirin, selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro menyampaikan sampai saat ini sudah ada lima Nakes di Bojonegoro yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Baca Juga  Polda Jatim Sudah Lakukan Penyidikan Dugaan Kasus Pencucian Uang Di Bojonegoro

“Mereka ini sangat rentan dengan Covid 19 karena selalu dekat dengan pasien secara langsung”, Jelas Masirin.

Hingga hari ini dari data Update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 1 Oktober 2020 Jam 18.00 WIB Untuk kasus konfirmasi positif hari ini dinyatakan sembuh 6 orang di Kecamatan Sumberejo 1 orang, Kecamatan Kanor 1 orang, Kecamatan Balen 2 orang, Kecamatan Sugihwaras 1 orang dan Kecamatan Kapas 1 orang. Penambahan baru 4 orang di Kecamatan Kedungadem 1 orang dan Kecamatan Bojonegoro 3 orang. Meninggal dunia 1 orang di Kecamatan Bojonegoro.
Sehingga kasus konfirmasi positif 36 orang.

Baca Juga  Menuju Kejayaan Lamongan yang Berkeadilan, Pemkab Lamongan Gelar Sholawat Bersama

“Konfirmasi positif kumulatif sebanyak 443 orang, meliputi aktif (dirawat) 36 orang, sembuh 358 orang dan meninggal dunia 49 orang,” Papar Masirin. Sedangkan Untuk kasus suspect sebanyak 75 orang. (SAS/Red)

News Feed